Senin, 05 Oktober 2015

Pengantar Komputasi Grid

Grid Computing atau Komputasi Grid adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer yang terdistribusi dan terpisah secara geografis untuk memecahkan persoalan komputasi dalam skala besar.
Semakin cepat jalur komunikasi terbuka maka peluang untuk menggabungkan kinerja komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah menjadi semakin meningkat. dengan demikian, skala komputasi terdistribusi dapat di tingkatkan secara geografis lebih jauh lagi, melintasi batas-batas domain administrasi yang ada.
 Suatu sistem melakukan komputasi grid yaitu :
1. Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumber daya komputasi yang tidak berada di bawah suatu kendali tepusat. 
2. Sistem tersebut menggunakan standart dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu).
3.Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih (nontrivial quality of service) yang jauh di atas kualitas layanan komponen individual dari komputasi grid tersebut.
Beberapa konsep dasar dari komputasi grid:
1. Sumber daya di kelola akan di kendalikan secara lokal.
2. Sumber daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme berbeda.
3. Sifat alami dinamis : Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah
4. Lingkungan kolaborasi bagi e-community (komunitas elektronik di internet)
Tiga hal yang di sharing dalam sebuah sistem grid yaitu : Resource , Network dan Proses. Kegunaan atau layanan dari sistem grid adalah untuk melakukan high through put computing di bidang penelitian ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer. 
Ide awal komputasi grid di mulai adanya distributed computing yaitu mempelajari penggunaan komputer terkoordinasi yang secara fisik terpisah atau terdistribusi. Sistem terdistribusi kemudian berkembang lagi menjadi paralel computing yang merupakan teknik komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer secara beramaan. 
Grid computing menawarkan solusi komputasi yang murah yaitu dengan memanfaatkan sumber daya yang tersebar dan heterogen serta pengaksesan yang mudah dari mana saja. Globus Toolkit adalah sekumpulan perangkat lunak dan pustaka pembuatan lingkungan komputasi grid open-source.  
Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih (nontrivial quality of service) yang jauh di atas kualitas layanan kompinen individu dari komputasi grid tersebut. Tiga hal yang disharing dalam sebuah sistem grid antara lain : Resource, Network dan Proses. kegunaan atau layanan dari sistem grid adalah untuk melakukan high throughput computing di bidang penelitian ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer.
Indonesia sudah menggunakan sistem grid dan di beri nama InGrid (Inherent Grid). Sistem komputasi grid mulai beroperasi pada bulan maret 2007 dan terus di kembangkan sampai saat ini. InGrid ini menghubungkan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa instansi pemerintahan sepeti Badan Meteorologi dan Geofisika.
Komponen-komponen penting:
GRAM:Grid Resource Allocation & Management  
Komponen ini bertangggung jawab dalam mengelola seluruh sumber daya komputasi yang tersedia dalam sistem komputasi grid.
RFT/GridFTP:Resource File Transfer/Grid File Transfer Protocol 
Komponen ini memungkinkan pengguna mengakses data yang berukuran besar dari simpul-simpul komputasi yang tergabung dalam sistem komputasi grid secara efisien dan dapat diandalkan.
MDS:Monitoring & Discovery Service 
Komponen ini memungkinkan pengguna sistem GT4 melakukan monitoring proses komputasi yang tengah berjalan sehingga bermasalah yang timbul dapat segera di ketahui.
GSI:Grid Security Infrstructure
Komponen ini bertanggung jawab atas keamanan sistem komputasi grid secara keseluruhan.

GALERI FOTO KOMPUTASI GRID 




 Hasil gambar untuk komputasi gridHasil gambar untuk komputasi grid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar